Oleh : Eka Tresna Setiawan*
Kepala sudah benjut terkena Raiton tiang listrik yang ia serang. Hastag
berseliweran, #KonohaMencariKabuto, #SaveTiangListrik,
#ThePowerofYakushiKabuto, dan lain-lain. Sudah kayak perang dunia shinobi
ketiga. Iya, pasukan aliansi netizen seluruh Konoha melawan Yakushi Kabuto.
Kemarin, Uchiha Itachi dikabarkan sudah menyambangi Kabuto. Kabuto
emang doyan ngumpet ye, sampai-sampai aliansi netizen teriak-teriak nyariin pake
#KonohaMencariKabuto. Naruto yang tak pernah mau melewatkan yang beginian, juga
teriak-teriak. Justru seperti biasa, doi yang paling kenceng kalo soal teriak. Hastag-nya
juga lain dari yang lain, #KonohaMencariKabutoDattebayou. Hastag-nya Killer Bee
lain lagi, #KonohaMencariKabutoBakayarouKonoyarou. Ampun deh! Kedua hastag
itu kalau dicari di search engine twitter atau instagram, praktis yang
ketemu masing-masing cuma satu hastag.
Perang kok ngumpet, ya? Ya iyalah, orang sekelas Sun Tzu juga kalau
perang pasti ada kalanya butuh ngumpet. Saya gak tahu ada hubungan khusus atau
tidak antara Kabuto dengan Sun Tzu. Karena, setahu saya, cuma Uchiha Obito yang
gak perlu ngumpet di medan perang.
Cuma orang sekelas Itachi gak bisa dibohongin kalau hanya oleh orang
seukuran Kabuto. Lha iya, wong doi tukang bohong kok. Oops, Itachi yang ini mah
enggak suka bohong kok, guys. Dengan kekuatan matanya, Sharingan, doi
dapat melihat kenyataan, bukan sekadar penglihatan visual. GPS kayaknya kalah
nih. Soalnya, GPS seringkali malah bikin netizen nyasar ke gang-gang sempit
bahkan jalan buntu.
Dengar-dengar sih Itachi ngasih buku. Itachi tau ajah kalau Kabuto
emang seorang kutu buku. Kabuto katanya suka buku-buku bacaan yang bagus.
Katanya sih bukunya bisa bikin baper. Cocoklah buat Kabuto, karena dia memang
baper.
Untung yang ngasih buku itu Itachi, bukan Shinigami. Gile bener
kalo Shinigami ngasih Death Note untuk Kabuto. Pasukan aliansi netizen
Indonesia bisa habis ditulis nama-namanya di Death Note. Paling yang tersisa
kebanyakan para lansia yang gak megang gadget, sama anak-anak yang baru
bisa main game Tiang Listrik. Kabuto bisa menang perang. Eh satu lagi, tiang
listrik.
Untung juga yang ngasih buku bukan Hatake Kakashi. You know what I
mean (enaknya disertai karikatur Mr.
Bean kayak di meme-meme). Kakashi punya buku karya Jiraiya, yang judulnya
Icha-Icha Make Out Tactic. Buku bokep, guys. Jangan sampe perang
berakhir dengan bisnis lendir. Bisnis lendir yang pernah masuk birokrasi
pemerintahan negeri ini sudah terlalu menjijikan. Saya gak tahu, dulu pas rame
bisnis lendir hastag-nya apaan, ya? Mungkin
#KonohaMemberantasIkehIkehKimochi kali, ya? Jangan sampai terjadi lagi, apalagi
situasi perang masih genting begini.
Kata soundtrack sinetron zaman old, Hikmah, bilang semua kan ada
hikmahnya. Tiang listrik lah yang pertama mendapatkan hikmah dari rententan
kejadian ini. Doi belajar legowo di tengah popularitasnya sebagai panglima
perang naik daun. Walaupun saya masih bingung gimana tiang listrik naik daun.
Pasukan aliansi netizan juga sudah mendapat hikmah. Tragedi
penyerangan Kabuto terhadap tiang listrik sudah banyak menginspirasi anak
bangsa. Pasukan aliansi netizen banyak membagikan hastag
#AkuHarusSekuatTiangListrik. Hastag itu dibagikan semata untuk
menyemangati diri dalam menghadapi masalahnya masing-masing dalam peperangan
ini.
#AkuHarusSekuatTiangListrik merupakan bentuk pembelajaran dari
tiang listrik. Bagaimana tidak? Meski sudah diserang Kabuto, tiang listrik
masih bisa menghasilkan Raiton untuk menyalakan gadget netizen. Dengan begitu,
netizen masih bisa melanjutkan perang sampai Kabuto kalah.
Perang ini memang berhasil menyatukan suara netizen. Demokrasi jauh
lebih hidup ketimbang ketika Kabuto dipilih menjadi orang kepercayaan.
Setidaknya ini jauh lebih positif ketimbang kesatuan netizen dalam upaya
berbagi link beberapa waktu lalu. Tragedi itu disinyalir didalangi Jiraiya,
dengan Kakashi sebagai anteknya, dan juga tentu saja Naruto yang mempunyai
skill Oiroke no Jutsu.
Tiang listrik sudah dapat hikmah.
Netizen juga sudah dapat hikmah. Tinggal Kabuto yang belum dapat hikmah.
Sebagai lawan perang, doi emang mestinya diadili. Pasukan aliansi netizen juga
sudah geram dengan dedengkot di balik perang dunia netizen itu. Ulah kabuto
sudah terlalu merugikan negeri ini, yang mungkin berimplikasi pada peningkatan
populasi netizen miskin. Enath ini ada kaitannya atau tidak dengan pelindung
kepala elektrik untuk para netizen yang tak kunjung jadi.
Untung ada Itachi datang menyambangi
Kabuto. Entah usahanya berhasil atau tidak. Itachi membiarkan Kabuto merenung.
Doi bilang gini ke Kabuto, “To, tiang listrik yang elu serang sudah dapat
hikmah. Pasukan aliansi netizen juga sudah dapat hikmah dengan mengambil
pelajaran dari ketegaran dan kelegowoan tiang listrik. Lha elu gak mau juga,
To?”.
“Chi, elu gak usah ikut campur
urusan gua dah. Gua nih kutu buku. Gua tahu banyak hal. Gua tahu harus gimana,
Chi”, tukas Kabuto sambil mukanya melengos nyembunyiin benjut kepalanya gegara
terkena Raiton.
“Apa boleh buat. Nih, gua punya buku
bagus, To. Judulnya Izanami. Elu perlu merenung. Akui siapa dirimu, To!”,
timpal Itachi sambil menyodorkan bukunya yang ia peroleh dari perpustakaan
umum. Buku yang ia pinjam tapi gak dibalik-balikin. Eh, bukan. Buku itu asli
miliki Itachi. Itachi gak kayak netizen kok.
Sebagai kutu buku, Kabuto senang
mendapat buku yang berkualitas. “Okelah, Chi. Lu tau ajah gua suka buku. Mau
coba gua baca”, Kabuto menerimanya walaupun entah hatinya akan terenyuh atau
tidak dengan Izanami.
Izanami adalah perenungan yang
membuat orang yang di bawah pengaruhnya tidak akan bisa bebas, selama dia belum
menerima kenyataan tentang dirinya sendiri. Walaupun saya agak kecewa juga,
ternyata definisi itu tidak sesuai dengan Izanami dalam mitologi Jepang yang
saya baca dari buku sastra.
Over all, semoga Kabuto
segera mendapatkan hasil perenungan yang sebenarnya. Dengan begitu perang ini
dapat segera berakhir dan desa Konoha segera pulih kembali. Pasukan aliansi
netizen sudah lelah berperang denganmu, To.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar