Sabtu, 25 November 2017

Keadilan: Tiang Listrik Dapat Aji Mumpung, Papa Cuma Baru Dapat Benjut



Oleh : Eka Tresna Setiawan*

Akhir-akhir ini warganet banyak nge-gosip-in tiang listrik. Tiang listrik bak orang susah yang tiba-tiba juara ajang pencarian bakat. Tenar! Hastag #SaveTiangListrik sempat menjadi trending topic. Asalnya sih gegara ditabrak Ketua DPR, Setya Novanto. Sebenarnya, tiang listrik itu hanya mendapat aji mumpung doang. Kebetulan ajah doi yang ditabrak oleh orang yang belakangan ini lebih akrab dipanggil Papa.
Sebenarnya, apapun atau siapapun yang ditabrak Papa, pasti bakalan tenar. Gimana gak tenar? Lha wong kejadiannya itu kayak elu mau kontes final kompetisi nyanyi, tiba-tiba terserang muntaber dan serak-serak gegara khilaf keasyikan makan seblak pedes. Ya begitulah, momennya dapet banget. Papah kan nabrak tiang listrik pas OTW gedung KPK.
Misal pas kejadian Papa oleng nyetir hendak menabrak tiang listrik, lalu tiba-tiba ada abang-abang seblak lewat, tiang listrik gak bakal jadi tenar tuh. Lagi pula abang seblak mungkin gak bakal setegar dan selegowo tiang listrik. Tiang listrik tetap pada pendiriannya, tak berubah walaupun ditabrak dan terus tenar.
Lagian, siapa yang ditabrak siapa yang sakit. Aneh. Atau mungkin tiang listrik sebenarnya sakit, tapi doi pura-pura tegar di depan umum. Doi gak kayak Papa yang cengeng. Cuma benjut segitu doang mesti berobat ke Singapura. Luka segitu sih berobat paling jauh juga mungkin ke Singaparna.
Wajar kan kalo warga Indonesia Raya jauh lebih mengkhawatirkan tiang listrik ketimbang Papa? Kalau ada peristiwa tabrakan, orang lumrahnya lebih mengkhawatirkan yang ditabrak tinimbang yang nabrak. Nih ye, coba kalo kejadiannya misal kayak finalis di atas, yang disalahin si finalis apa seblak? Begitulah kira-kira.
Okelah, kasihan juga kalau kita terus-terusan mem-bully Papa. Ya, walaupun abstrak juga sih kalau mengasihani orang yang menjadi tersangka tindak korupsi. Berat rasanya buat mengikhlaskan begitu saja. Kerugian negara gegara tindak korupsi Papah mencapai 2,3 triliun rupiah, gaes.
Uang segitu kalau dipake buka usaha Seblak bisa mengurangi spesies pengangguran. Ya walaupun kalau semuanya dialokasikan buat bisnis seblak semua entah siapa yang mau beli kalau sebanyak itu. Mending buat beli tiang listrik kali ya? Lumayan buat penerangan daerah-daerah tertinggal. Bodoamat lah buat apa yang penting bukan buat nabrakin mobil ke tiang listrik.
Tapi walau gimana pun, kita mesti adil menyikapi kenyatan ini. Seperti kata Hatake Kakashi, “Kalau rasa keadilanmu menurun berarti kau melemah, di bawah rasa keadilan tidak ada kelemahan apapun”. Bisa malu dan pengen pake topeng Hatake Kakashi kalau kita sama gak adilnya dengan Papa. Aku juga gak tahu sih gimana caranya biar perkara Papa ini menjadi adil bagi semuanya.
Pokoknya, kalo Papa baru dapat benjut di kepala doang itu masih gak adil. Tiang listrik udah dapat aji mumpung popularitas dan seperangkat ketegaran. Netizen sudah pada dapat inspirasi dari ketegaran dan kekuatan tiang listrik. Kita berdoa ajah, semoga Papa segera dapat gelar terdakwa beserta seperangkat hadiah yang pantas sebagai terdakwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar