Oleh : Eka Tresna
Setiawan*
Akhir-akhir
ini warganet banyak nge-gosip-in tiang listrik. Tiang listrik bak orang susah
yang tiba-tiba juara ajang pencarian bakat. Tenar! Hastag
#SaveTiangListrik sempat menjadi trending topic. Asalnya sih gegara
ditabrak Ketua DPR, Setya Novanto. Sebenarnya, tiang listrik itu hanya mendapat
aji mumpung doang. Kebetulan ajah doi yang ditabrak oleh orang
yang belakangan ini lebih akrab dipanggil Papa.
Sebenarnya, apapun
atau siapapun yang ditabrak Papa, pasti bakalan tenar. Gimana gak tenar? Lha
wong kejadiannya itu kayak elu mau kontes final kompetisi nyanyi, tiba-tiba
terserang muntaber dan serak-serak gegara khilaf keasyikan makan seblak pedes. Ya
begitulah, momennya dapet banget. Papah kan nabrak tiang listrik pas OTW gedung
KPK.
Misal pas
kejadian Papa oleng nyetir hendak menabrak tiang listrik, lalu tiba-tiba ada
abang-abang seblak lewat, tiang listrik gak bakal jadi tenar tuh. Lagi pula
abang seblak mungkin gak bakal setegar dan selegowo tiang listrik. Tiang listrik
tetap pada pendiriannya, tak berubah walaupun ditabrak dan terus tenar.
Lagian, siapa
yang ditabrak siapa yang sakit. Aneh. Atau mungkin tiang listrik sebenarnya
sakit, tapi doi pura-pura tegar di depan umum. Doi gak kayak Papa yang cengeng.
Cuma benjut segitu doang mesti berobat ke Singapura. Luka segitu sih berobat
paling jauh juga mungkin ke Singaparna.
Wajar kan kalo
warga Indonesia Raya jauh lebih mengkhawatirkan tiang listrik ketimbang Papa? Kalau
ada peristiwa tabrakan, orang lumrahnya lebih mengkhawatirkan yang ditabrak tinimbang
yang nabrak. Nih ye, coba kalo kejadiannya misal kayak finalis di atas, yang
disalahin si finalis apa seblak? Begitulah kira-kira.
Okelah,
kasihan juga kalau kita terus-terusan mem-bully Papa. Ya, walaupun
abstrak juga sih kalau mengasihani orang yang menjadi tersangka tindak korupsi.
Berat rasanya buat mengikhlaskan begitu saja. Kerugian negara gegara tindak
korupsi Papah mencapai 2,3 triliun rupiah, gaes.
Uang segitu
kalau dipake buka usaha Seblak bisa mengurangi spesies pengangguran. Ya
walaupun kalau semuanya dialokasikan buat bisnis seblak semua entah siapa yang
mau beli kalau sebanyak itu. Mending buat beli tiang listrik kali ya? Lumayan
buat penerangan daerah-daerah tertinggal. Bodoamat lah buat apa yang penting bukan
buat nabrakin mobil ke tiang listrik.
Tapi walau
gimana pun, kita mesti adil menyikapi kenyatan ini. Seperti kata Hatake
Kakashi, “Kalau rasa keadilanmu menurun berarti kau melemah, di bawah rasa
keadilan tidak ada kelemahan apapun”. Bisa malu dan pengen pake topeng
Hatake Kakashi kalau kita sama gak adilnya dengan Papa. Aku juga gak tahu sih gimana
caranya biar perkara Papa ini menjadi adil bagi semuanya.
Pokoknya, kalo
Papa baru dapat benjut di kepala doang itu masih gak adil. Tiang listrik udah
dapat aji mumpung popularitas dan seperangkat ketegaran. Netizen sudah pada
dapat inspirasi dari ketegaran dan kekuatan tiang listrik. Kita berdoa ajah,
semoga Papa segera dapat gelar terdakwa beserta seperangkat hadiah yang pantas
sebagai terdakwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar